Sinergitas Rencana Pengembangan Desa Wisata Gekbrong

Cibodas, 15 Desember 2021. Bertempat di Saung Kelompok Tani Hutan (KTH) Hejo Cipruk, Kp. Tabrik Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong dilaksanakan pertemuan antara Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), UHAMKA, Yayasan Dompet Duafa, Pemerintah Desa dan perwakilan masyarakat Gekbrong guna membahas rencana pengembangan Desa Gekbrong menjadi desa wisata.

“Pendampingan Kegiatan Eduekowisata” adalah nama program yang sedang dilaksanakan oleh UHAMKA bersama dengan pihak BBTNGGP, CSR & Pemerintah Desa Gekbrong selama kurang lebih 10 hari mulai dari tanggal 13-22 Desember 2021. Ragam kegiatan dilaksanakan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Gekbrong dengan masyarakat sebagai pengelola diantaranya :
1.    Perbaikan akses jalan menuju Curug Goong
2.    Pembuatan papan petunjuk/ informasi
3.    Perbaikan sarana wisata lainnya
4.    Pemberian pelatihan kepada masyarakat sekitar tentang pengelolan wisata, pembuatan website untuk promosi
5.    Pelatihan edukasi lingkungan konservasi ke sekolah dasar di Desa Gekbrong.

Dalam paparannya, Dr. Laili Qodariah selaku Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) menyampaikan dengan adanya pertemuan dari berbagai pihak baik itu pemerintah (BBTNGGP & Pemerintah Desa), praktisi (Yayasan Dompet Duafa) dan akademisi (UHAMKA) dapat menyalurkan ide-ide yang diformulasikan bersama sama dan akhirnya dapat saling bersinergi.

Ir. V. Diah Qurani Kristina, M.Si. selaku Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Cianjur menyambut baik atas program pendampingan eduekowisata tersebut. Hal ini sejalan dengan rencana BBTNGGP dalam upaya pengembangan usaha ekonomi masyarakat Desa Gekbrong menjadi desa wisata. Program pendampingan eduekowisata dimana salah satu objeknya yaitu “Curug Goong” yang berada di dalam kawasan TNGGP diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan kelestarian kawasan.

Kepala Desa Gekbrong, Dadang Hikmat Sudarni, S.Sos., mengutip perkataan seorang jenderal bahwa ada korelasi positif antara kriminalitas dan kesejahteraan, dimana ketika kesejahteraan rendah maka kriminalitas cenderung tinggi begitupun sebaliknya. Kecamatan Gekbrong merupakan zona merah dalam kriminalitas dan narkoba, diharapkan dengan adanya program pengembangan desa wisata yang melibatkan masyarakat dapat merubah pola pikir, sikap dan keterampilan masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

Dari pertemuan ini semua pihak sepakat untuk bersinergi mengembangkan Desa Gekbrong menjadi desa wisata sesuai dengan peran dan tugas masing-masing, serta terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada masyarakat untuk memaksimalkan potensi yang ada menjadi sebuah energi yang besar guna keberlanjutan program pengembangan Desa Wisata Gekbrong.

Sumber : Wita Puspita N. – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Foto : Kriswoyo S

# Repost Source: http://ksdae.menlhk.go.id/artikel/10334/sinergitas-rencana-pengembangan-desa-wisata-gekbrong.html

Pendampingan Eduekowisata, UHAMKA Buat Tangga Permudah Akses Masyarakat

MONITORDAY.COM, Cianjur – Dalam rangka dilaksanakannya program kegiatan eduekowisata, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) membuat tangga di Curug Goong untuk memudahkan akses masyarakat. Pembuatan tangga dilaksanakan pada Kamis (13/12) sampai Senin (20/12) di Kampung Tabrik, Desa Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) dengan tema “Pendampingan Kegiatan Eduekowista”. Adapun tim kegiatan ini Dr. Lelly Qodariah, M.Pd selalu ketua tim, Agus Pambudi Dharma, M.Si, Sri Lestari Handayani, M.Pd dan Prima Mutia Sari, M.Pd sebagai anggota.

Sebelum dibuat tangga salah satu anggota tim pengabdian masyarakat Agus Pambudi Dharma, M.Si melakukan survey lokasi akses jalan menuju Curug Goong. “Hasil survey menunjukkan bahwa akses menuju Curug Goong sangat sulit. Kondisi jalan yang becek, licin, terjal serta belum ada pegangannya sehingga cukup sulit dan berbahaya untuk dilalui. Selain jalan yang sulit dilalui, terdapat banyak pacet di daerah tersebut yang cukup mengganggu”. Papar Agus.

Setelah melakukan survey lanjutnya, tim melakukan koordinasi dengan warga lokal untuk merencanakan pembuatan tangga menuju Curug Goong. Pembelian material yang dibutuhkan seperti dalam pembuatan tangga yaitu bambu sebagai pijakan tangga, paralon, tali tambang serta semen digunakan sebagai pembatas dan pegangan sehingga lebih aman dilalui. “Proses pengerjaan dibantu oleh tukang dan tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)”. Ungkapnya.

Agus menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam proses pembuatan tangga harus diawali dengan perataan kontur tanah yang akan digunakan sebagai pondasi tangga. Setelah itu bambu disusun menjadi tangga mengikutu kontur tanah dan kembali ditimbun tanah untuk dipadatkan. “Untuk pembatas jalan bahan yang digunakan yaitu paralon yang diisi semen agar kuat kemudian di tanam sehingga menjadi tiang kemudian atasnya diberi tali tambang untuk memberi batas jalan dan fungsi lain sebagai pegangan”. Jelas Agus.

Sementara itu, Lelly selalu ketua tim pelaksa mengatakan bahwa setelah dilakukan pembangunan kondisi jalan menuju Curug Goong menjadi lebih aman, tidak licin dan terjal seperti sebelumnya. “Dengan pembuatan tangga tersebut diharapkan akses menuju Curug Goong lebih mudah dan aman untuk dilalui sehingga meningkatkan pengunjung yang datang ke Curug Goong”. Paparnya.

Dengan demikian diharapkan dapat berdampak pada sektor ekonomi dan social. “Diantaranya tentu dapat menambah pendapatan ekonomi masyarakat sekitar curug, dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitar curug dan tentu masyarakat akan bergotong royong membangun, memperbaiki Kawasan sekitar tempat wisata,” ujar Lelly.

Source: https://monitorday.com/pendampingan-eduekowisata-uhamka-buat-tangga-permudah-akses-masyarakat

BACK